Selamat datang

Penyejuk Hati membimbing anda menuju ketentraman....

Berkah Herbal

Kunci Sehat dan Sukses

Sabtu, 11 Juni 2011

AMALAN PARA PAHLAWAN


Dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah bersabda:

“barang siapa mempelajari satu bagian dari Ilmu yang akan berguna untuk Akhirat dan dunianya, maka Allah akan memberikan kebaikan dari orang-orang yang mendiami dunia selama 7000 tahun, Puasanya pada siang hari dan Shalatnya disaat malam pasti diterima dan tak akan ditolak.”

Menurut riwayat yang sama Nabi bersabda:”Membaca Al-Qur’an adalah amalan orang-orang yang cukup, Shalat adalah amalan orang lemah, puasa adalah amalan orang yang faqir, Bertasbih adalah amalan wanita, Sedekah adalah amalan orang yang berada, Tafakur adalah amalan orang lemah. Inginkah kalian kutunjukkan amalan para pahlawan?”

Para Sahabatpun bertanya,”Apakah amalan para pahlawan itu ya Rasul”?

Rasulpun menjawab,”Mencari Ilmu, Ia akan menjadi penerang bagi orang-orang Mu’min didunia dan akhirat”.

"JANGAN KAMU MARAH"


Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA pada suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Nabi SAW dan berkata: “Wasiati kepadaku sesuatu yang memberi manfaat didunia dan akhirat dan yang dapat mendekatkan diriku kepada Allah SWT”. Baginda Nabipun berkata: “jangan kamu marah”. Maka laki-laki itupun mengulang kembali dengan pertanyaan yang sama, jawaban Nabipun tetap sama “jangan kamu marah”.

Sabda Nabi yang lain: “Marah itu merusak Iman, seperti merusaknya cuka akan madu”.
Dan Sabda beliau juga: “Tidaklah marah seseorang kecuali dia hampir dengan jahannam”.

Para Ulama mengatakan marah itu adalah kunci segala kejahatan, karena marah seseorang bisa memfitnah, karena marah orang bisa menghasut bahkan gara-gara marah seseorang bisa membunuh, dan Fardu ‘ain hukumnya bagi setiap orang Muslim mengetahui atau mempelajari bagaimana cara untuk bisa mengendalikan marah itu.

Ulama menerangkan ada 6 cara untuk dapat mengendalikan marah dan 3 untuk pengamalannya:
  1. Bahwa memikirkan tentang keutamaan menahan marah, Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang mampu menahan marah pada dirinya maka Allah akan menahan Azabnya dihari Kiamat”.
  2. Memikirkan murka Allah.
  3. Menakuti dirinya akan permusuhan.
  4. Memikirkan bahwa jahat atau jelek wajahnya ketika marah.
  5. Memikirkan apa penyebab dia marah.
  6. memikirkan bahwa yang terjadi ini sudah ketentuan Allah.
Dan yang untuk pengamalannya:
1.Baca “A’udzubillah” sebanyak-banyaknya.
2.Jikalau pada waktu marah dalam keadaan berdiri segeralah untuk berduduk, bila tetap merasa marah segeralah berbaring.
3.Ambillah air Wudhu, dan jika masih marah berendamlah ke air, karena yang demikian Insya Allah dapat meredamkan rasa marah pada diri kita.

Demikianlah semoga bermanfaat terutama bagi saya sendiri Amien Yaa Robbal Alamin.. Wallahu A’lam.



Kamis, 09 Juni 2011

ganjaran yang besar

Allah Taala befirman dalam Al-Qur'an yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah swt dan mendirikan sembahyang dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengaan diam-diam dan terangterangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah swt menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah swt Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir 35:29-30)
Dan sabda Nabi:
“Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Riwayat Al-Bukhari)


“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat At-Tirmidzi)

 “Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)


Abdul Humaidi Al-Hamani, berkata: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: “Membaca Al-Qur’an. Karena Nabi saw bersabda. ‘Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Imam An-Nawawi