Selamat datang

Penyejuk Hati membimbing anda menuju ketentraman....

Berkah Herbal

Kunci Sehat dan Sukses

Kamis, 01 Mei 2014

Bulan Rajab Bulan Mulia

Diantara bulan-bulan Hijriyah yang dimuliakn Allah Swt ialah bulan rajab, Bulan Rajab juga termasuk diantara Asyhurul hurum, yaitu bulan yang Allah Haramkan berperang pada bulan itu, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak. Allah Ta’ala berfirman: ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗُﺤِﻠُّﻮﺍ ﺷَﻌَﺎﺋِﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟﺸَّﻬْﺮَ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡَ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram …” (QS. Al Maidah (95): 2) Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan-bulan haram, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram) adalah dzul qa’dah, dzul hijjah, rajab, dan muharam. (Sunan At Tirmidzi No. 1512) Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﺛﻨﺎ ﻋﺸﺮ ﺷﻬﺮﺍً، ﻣﻨﻬﺎ ﺃﺭﺑﻌﺔٌ ﺣﺮﻡٌ : ﺛﻼﺙٌ ﻣﺘﻮﺍﻟﻴﺎﺕٌ ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪﺓ، ﻭﺫﻭ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻭﺍﻟﻤﺤﺮﻡ، ﻭﺭﺟﺐ ﻣﻀﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻴﻦ ﺟﻤﺎﺩﻯ ﻭﺷﻌﺒﺎﻥ ”. “Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua jumadil dan sya’ban.” (HR. Bukhari No. 3025) Dinamakan Rajab karena itu adalah bulan untuk yarjubu, yakni Ya’zhumu (mengagungkan), sebagaimana dikatakan Al Ashmu’i, Al Mufadhdhal, dan Al Farra’. (Imam Ibnu Rajab, Lathaif Al Ma’arif, Hal. 117. Mawqi’ Ruh Al Islam) Banyak diantara kita yang meyakini bulan Rajab sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat, puasa, dan menyembelih hewan untuk disedekahkan. Tetapi, kebiasaan ini nampaknya tidak didukung oleh sumber yang shahih. Para ulama hadits telah melakukan penelitian mendalam, bahwa tidak satu pun riwayat shahih yang menyebutkan keutamaan shalat khusus, puasa, dan ibadah lainnya pada bulan Rajab, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani dan Syaikh Yusuf Al Qaradhawi. Benar, bulan Rajab adalah bulan yang agung dan mulia, tetapi kita tidak mendapatkan hadits shahih tentang rincian amalan khusus pada bulan Rajab. Wallahu A’lam

Rabu, 08 Januari 2014

RAHASA SUKSES

Rahasia kesuksesan Abdurrahman bin A'uf. Dalam setiap pembahasan bisnis Islam tidak pernah lepas dari nama Abdurrahman bin Auf. Karena di diri beliau dapat dilihat karakter pebisnis yang patut diteladani. Disamping memiliki ketajaman bisnis yang menunjukkan sisi profesionalitasnya juga akhlak yang merupakan cermin kepribadian seorang muslim. Banyak sahabat Nabi yang berprofesi sebagai pebisnis, khususnya menjadi pedagang. Salah satunya adalah Abdurrahman bin ‘Auf, ia hijrah meninggalkan kampungnya di Makkah menuju ke Madinah dengan tidak membawa apapun dari harta yang dimilikinya. Di Madinah, ia dipersaudarakan oleh Rasulullah SAW dengan Sa’ad bin Ar Rabi Al-Anshari, beliau juga ditawari separo harta dan salah seorang dari 2 istri Sa'ad bin Ar Rabi, Mendapat tawaran yang menggiurkan tersebut, Aburrahman bin Auf menolak dengan santun, kemudian menjawab : "Semoga Allah memberkati anda, isteri dan harta anda. Tapi saya ini seorang pedagang, maka tunjukkan saja kepadaku dimana tempat perniagaan (pasar) yang paling dekat agar aku bisa berniaga..?” Setelah mengetahui tempat dimana ia dapat berbisnis, ia berupaya mencari karunia Allah sampai akhirnya bisnis yang dirintisnya berkembang bahkan mematahkan dominasi pengusaha-pengusaha Yahudi serta berhasil mengumpulkan kekayaan dalam jumlah yang sangat besar. Keberhasilan bisnis Abdurrahman yang begitu pesat dan dalam waktu singkat mampu mengalahkan dominasi bisnis kaum Yahudi karena ia selalu bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari perbuatan haram bahkan yang syubhat. Sementara kejayaan yang diperolehnya merupakan berkat dari kedermawanannya kepada sesama. Dengan kata lain, laba dari bisnis yang dilakukan Abdurrahman semata-mata bukan untuk Abdurrahman sendiri, tapi di dalamnya terdapat bagian Allah yang dipenuhi dengan setepat- tepatnya oleh Abdurrahman, yang digunakan untuk memperkokoh silaturrahim, membiayai keluarga dan sanak famili, serta menyediakan perlengkapan yang diperlukan oleh tentara Islam dalam menegakkan panji-panji kebesaran Islam. Sebagai pebisnis yang kaya, Abdurrahman mensyukurinya dengan memberikan sedekah, santunan dan membantu sesama. Hal ini sesuai dengan petunjuk Rasulullah, yang menyatakan bahwa: "Wahai ibnu 'Auf, Anda termasuh golongan orang kaya dan anda akan masuk surga secara perlahan-lahan. Maka Pinjamkanlah kekayaan itu kepada Allah, pasti Allah mempermudah langkahmu.” Setelah mendengar sabda Rasulullah SAW ini, maka kedermawanannya semakin besar. Tidak terhitung lagi berapa banyak hartanya yang dibelanjakan di jalan Allah SWT. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa : Abdurrahman bin Auf pernah bersedekah 40,000 dinar, 1 dinar sama dengan 4,25 gr emas, jadi uang itu setara dengan 170 kg emas murni. Jika dikonversikan dengan uang rupiah hari ini, mungkin setara dengan 25-35 miliar rupiah. Abdurrahman bin Auf pernah menjual kebun seharga 400,000 dinar untuk membiayai kehidupan para istri Nabi dan para fakir miskin. Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan 500 ekor kuda, kemudian 1.000 ekor kuda dan 1.500 kendaraan, serta 1.000 dinar untuk jihad fi sabilillah. Abdurrahman bin Auf pernah membebaskan 30,000 rumah untuk penduduk madinah dan menyantuni veteran perang badar masing- masing senilai 400 dinar, bahkan Usman bin Affan yang terkenal kaya juga menerima santunan tersebut. Seluruh penduduk Madinah pernah berserikat dengan Abdurrahman bin 'Auf pada hartanya. 1/3 dipinjamkannya kepada mereka, 1/3 lagi dipergunakannya untuk membayar hutang-hutang mereka, dan 1/3 sisanya diberikan dan dibagi- bagikannya kepada mereka. Fakta-fakta di atas menunjukkan kesuksesan besar yang dialami Abdurrahman bin 'Auf dari sisi bisnis. Kesuksesan ini tidak untuk dirinya sendiri, karena jumlah yang disedekahkan jauh lebih banyak dibanding yang dinikmati sendiri olehnya. Ini sebagai bukti syukurnya atas nikmat berlimpah yang diberikan oleh Allah SWT. Sehingga Allah selalu memberi kemudahan baginya untuk mendapatkan rezeki. Dan inilah kekuatan sedekah, yang menjadi bukti kebenaran Sabda Rasulullah SAW: “Harta tak akan berkurang dengan disedekahkan.” (HR Muslim). Hadis Rasulullah ini mengandung pengertian bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang secara maknawi, juga secara hakiki. Allah akan memberi pahala di akhirat dan melipatgandakannya, sehingga hartanya tidak hilang, bahkan berlipat ganda. Sedekah seakan menjadi penyerap yang kuat untuk menghadirkan rezeki.

SANGKA BAIK ITU LEBIH BAIK

Riwayat Hassan Al-Basri & Pemuda bersama seorang wanita. Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hassan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang wanita. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Lalu Hassan berbisik "Alangkah jahatnya orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!" Tiba-tiba Hassan Al-Basri melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan. Kemudian dia berpaling ke arah Hassan al-Basri dan berkata, "Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang." Bagaimanapun upaya Hassan al- Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu bertanya padanya. "Tuan, sebenarnya wanita yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan arak. Ini hanya untuk menguji tuan." Hassan al-Basri tertegun lalu berkata, "Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan." Orang itu menjawab, "Mudah- mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan." Semenjak itu, Hassan al-Basri selalu merendahkan diri bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak pernah merasa lebih dari orang lain.