Selamat datang

Penyejuk Hati membimbing anda menuju ketentraman....

Berkah Herbal

Kunci Sehat dan Sukses

Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juli 2014

Keutamaan Senyum

1. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban). 2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim). 3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi) 4. Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim). 5. Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi) Dan tentunya masih banyak lagi hadist-Hadist yang lain yang menjelaskan tentang keutamaan senyum.. Wallahu A'lam.

Jumat, 11 Juli 2014

NASEHAT SYEIKH ABDUL QODIR AL-JILANY

TENTANG NI'MAT DAN BALA Bismillahirrohmaanirrohim.. Berkata Syeikh Abdul Qodir jika kamu terkena cobaan maka janganlah kamu menginginkan keni'matan dan janganlah kamu mdnghindari dari cobaan tersebut, kerna satu keni'matan pasti nanti akan datang juga kepadau sesuai dgn ketentuan Allah baik yg kamu harapkan maupun tidak. Begitulah juga cobaan, pasti akan menimpamu walaupun kamu tidak menyukainya. Oleh kerna itu berserah dirilah dalam segala urusan hanya kepada Allah sang Maha Pengatur sekalian Alam sesuai dengan kehendaknya. Apabila keni'matan menghampirimu maka sibuklah dengan kesabaran dan kesadaran. Apabila kamu menginginkan tempat yang tinggi disisi Allah maka jika kamu ditimpakan bala hendaklah kamu rela dan merasa ikhlas. Dan ketahuilah bahwasanya cobaan yg menimpa orang mu'min itu bukanlah untuk menghancurkannya melainkan untuk menguji keimanannya.. Wallahu A'lam.

Rabu, 08 Januari 2014

DAYYUS TAK SEPERTI GAYUS

Seiring perkembangan Zaman yg serba moderen, aqidah-aqidah Islam pun semakin terkikis oleh zaman, para orang tua semakin tak memperdulikan pergaulan anaknya yg perempuan, bangga kalau anaknya pacaran, tidak merasa risih ketika putrinya dengan lelaki berduaan, orang yg seperti inilah yg disebut DAYYUS oleh Nabi SAW dalam Sabdanya:- ﺛﻼﺛﺔ ﻻ ﻳﻨﻈﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ: ﺍﻟﻌﺎﻕ ﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻪ، ﻭﺍﻟﻤﺘﺮﺟﻠﺔ، ﻭﺍﻟﺪﻳﻮﺙ. ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ artinya : Tiga golongan yang Allah tidak akan memandang (bermakna tdak dberi Rahmat) mereka di hari kiamat : org yg durhaka kpda ibu bapa, si perempuan yang menyerupai lelaki dan si lelaki DAYUS" ( Riwayat Ahmad & An- Nasaie:Ghayatul Maram, no 278 ) Dalam sebuah hadist yg lain: ﺛﻼﺛﺔٌ ﻗﺪ ﺣَﺮّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ - ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ - ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺠﻨﺔَ : ﻣُﺪْﻣِﻦُ ﺍﻟﺨﻤﺮ ، ﻭﺍﻟﻌﺎﻕّ ، ﻭﺍﻟﺪّﻳّﻮﺙُ ﺍﻟﺬﻱ ﻳُﻘِﺮُّ ﻓﻲ ﺃَﻫْﻠِﻪِ ﺍﻟﺨُﺒْﺚَ . ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺋﻲ . Artinya : Tiga org yang Allah haramkan baginya Syurga : orang yang mengekali minum arak, org yg durhaka kepada ibu bapa dan Dayus yang membiarkan maksiat dilakukan oleh keluarganya" ( Riwayat Ahmad ) Masih banyak lagi hadist-hadist yang bermakna hampir sama dngan dua hadist ini. Secara ringkasnya, apakah dan siapakah lelaki dayus? ARTI DAYUS disebutkan dalam beberapa riwayat atsar dan hadist yang lain yaitu : 1) Sabda Nabi : - ﻭﻋﻦ ﻋﻤﺎﺭ ﺑﻦ ﻳﺎﺳﺮ ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﺛﻼﺛﺔ ﻻ ﻳﺪﺧﻠﻮﻥ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺃﺑﺪﺍ ﺍﻟﺪﻳﻮﺙ ﻭﺍﻟﺮﺟﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺪﻣﻦ ﺍﻟﺨﻤﺮ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﺪﻣﻦ ﺍﻟﺨﻤﺮ ﻓﻘﺪ ﻋﺮﻓﻨﺎﻩ ﻓﻤﺎ ﺍﻟﺪﻳﻮﺙ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ ﻣﻦ ﺩﺧﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻠﻪ artinya : Dari Ammar bin Yasir berkata, ia mendengar dari Rasulullah SAW berkata : " Tiga golongan yang tidak memasuki syurga selamanya, Si DAYUS, si wanita yang menyerupai lelaki dan orang yang ketagih arak" lalu sahabat berkata : Wahai Rasulullah, kami telah faham arti orang yang ketagih arak, tetapi apakah itu DAYUS? , berkata nabi : "YAITU ORANG YANG TIDAK MEMPERDULIKAN SIAPA YANG MASUK BERTEMU DENGAN AHLINYA (ISTERI DAN ANAK- ANAKNYA) - ( Riwayat At- Tabrani ; Majma az-Zawaid, 4/327. Dari hadith di atas, kita dapat memahami bahwa maksud lelaki DAYUS adalah si suami atau bapa yang langsung tiada merasa risau dan cemburu dengan siapa isteri dan anaknya bersama, bertemu, malah sebahagiannya membiarkan saja isterinya dan anak perempuannya dipegang dan dipeluk oleh sebarangan lelaki lain. 2) Pernah juga diriwayatkan dalam hadist lain, soal yang sama dari sahabat tentang siapakah dayus, lalu jawab Nabi:- ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﺎ ﺍﻟﺪﻳﻮﺙ ﻗﺎﻝ ﻣﻦ ﻳﻘﺮ ﺍﻟﺴﻮﺀ ﻓﻲ ﺃﻫﻠﻪ artinya : Apakah dayus itu wahai Rasulullah ?. Jawab Nabi : yaitu seseorang ( lelaki) yang membiarkan kejahatan ( zina, buka aurat, bergaul bebas ) dilakukan oleh ahlinya ( isteri dan keluarganya). =semoga kita tidak termasuk orang yg disebut dalam Hadist-Hadist diatas. Suka

UMMAT MUSLIM DAN HARI NATAL.??

Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” –Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Senin, 18 Maret 2013

NASEHAT TENTANG BALA DAN NI’MAT

Syeikh Abdul qadir Al-jilani berkata: Jika terkena cobaan janganlah menginginkan mendapat keni’matan dan janganlah menghindar dari cobaan, karena satu keni’matan pasti datang juga kepadamu sesuai dengan ketentuan Allah SWT, baik yang kamu harapkan maupun tidak. Demikian juga cobaan, pasti akan menimpamu meskipun kamu tidak menyukainya. Oleh karena itu serahkanlah diri hanya kepada Allah dalam segala hal urusan, karena semua sudah diatur Allah sesuai dengan kehendakNYA. Apabila keni’matan yang datang kepadamu, maka sibukkanlah dirimu dengan kesabaran dan kesadaran, jika kamu ingin mendapatkan tempat yang tinggi disisi Allah SWT. Maka apabila kamu ditimpa bala, kamu harus rela dan merasa diberi keni’matan. Dan ketahuilah cobaan yang menimpa orang mu’min itu bukanlah untuk menghancurkannya, tetapi untuk menguji keimanannya. (wallahu a’lam)

KEDAHSYATAN ORANG YANG PEMURAH

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya(wallahu a’lam): “Dan barang siapa yang dipelihara Allah dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”(Q.S Al-Hasyr .9) Sungguh beruntung orang yang Allah jagakan dirinya, hatinya dari sifat kikir, sampai-sampai semua orang ingin dikatakan dirinya pemurah, menganggap orang lain kikir dan marah ketika ada orang yang mengatakan dirinya kikir sekalipun kenyataannya dia kikir/pelit. Rasulullah SAW bersabda yang artinya(wallahu a’lam): ” orang yang pemurah itu dekat dengan Allah, dekat dengan menusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Orang yang bakhil(kikir) jauh dengan allah, jauh dengan manusia, jauh dengan surga dan dekat dengan neraka”. Orang yang jahil tetapi dia pemurah lebih Allah cintai dari orang yang ahli ibadah tetapi dia kikir. Oleh karena itu kita semestinya mengetahui seperti apa menurut Agama orang yang berhak disebut pemurah, Imam Ghazali menyebutkan: “orang pemurah itu orang yang tidak enggan mengeluarkan yang wajib pada syari’at (zakat, tidak merasa rugi, tidak merasa berat hati mengeluarkan zakat), dan tidak mencegah akan yang wajib menurut kehormatan (rela dicaci maki orang yang penting harta tidak keluar), dan dia mengeluarkan hartanya itu dengan hati senang, tidak mengharap apa-apa dari pemberiannya itu, tidah mengharap supaya dihormati, dilayani, dipuji dan semata-mata karena Allah” Tidaklah gampang untuk menjadi orang yang pemurah itu, oleh karena itu pantas saja Allah sangat mencintai orang yang pemurah, semoga kita bisa mengamalkan apa yang dikatan Imam gazhali diatas. Wallahu a’lam bisshawab

Senin, 11 Maret 2013

12 SIFAT SEORANG ISTRI YANG MENYENENGKAN HATI SUAMI




1.Selalu berhias secantik mungkin dan murah senyum ketika suami berada dirumah.
2.Selalu menampakkan wajah ceria dan wajah berseri ketika didepan suami.
3.Selalu memberikan perhatian, karena dengan perhatian tersebut seorang suami akan merasa nyaman.
4.Selalu menyukuri, tidak mengeluhkan sekecil apapun pemberian suami.
5.tidak menuntut dengan hal-hal yang belum bisa dipenuhi ssuami.
6.Tidak meninggikan suara dari suami dan tidak membantah dengan apa yang dia katakan.
7.Selalu menta’ati dengan apa yang dia perintahkan dan apa yang dia larang selama tidak memerintahkan hal-hal yang maksiat.
8.Suka menemani suami ketika makan, dengan demikian seorang suami akan merasa nikmat dengan apa dia makan.
9.Tidak melakukan kegiatan yang tidak disukai suami.
10.Tidak suka keluar rumah kecuali ada kepentingan dan dapat izin dari suami.
11.selalu menghibur hati suami ketika dia bersedih atau sedang menghadapi masalah.
12.Dan selalu memenuhi permintaan suami ketika dia mengajak tidur bersama selama tidak ada halangan.
*Jika seorang istri bisa melakukan hal-hal tersebut, maka seorang suami akan makin sayang dan setia kepada istrinya Insya Allah..

Selasa, 06 September 2011

ISLAM DINEGERIKU

Islam masuk ke Indonesia menurut ahli sejarah langsung dari asalnya yaitu Jazirah Arabia pada abad pertama Hijriah atau abad ke 7 M. Daerah yang pertama yang dimasuki Islam kawasan pesisir pulau Sumatera, kemudian merambah keseluruh kepulauan di Nusantara, namun pengaruh Islam mulai nampak pada abad ke 12 M.
Penduduk Nusantara yang semula beragama Hindu, Budha dan penganut berbagai macam aliran kepercayaan secara perlahan berubah menjadi muslum sampai akhirnya manjadi agama mayoritas di Indonesia.
Sejarah mwncatat pula bahwa penyebaran Islam di Nusantara ini tidak terlepas dari para da’i yang pandai bermain seni, baik seni pahat, musik, tari, wayang dan lain-lain. Mereka menjadikan seni sebagai sarana untuk menarik simpati masyarakat memeluk Islam.
Seperti Sunan Kalijaga yang pandai menjadi dalang, setiap petunjukannya beliau tidak pernah memungut bayaran namun dari situ beliau dapat menjalankan misi dakwah Islamnya. Metode yang mereka terapkan ternyata berhasil dengan berduyun-duyunnya masyarakat memeluk Islam.
Apa yang dilakuan oleh para da’i terdhulu itu ternyata dicontoh oleh para misionaris Non Islam, mereka berusaha meredupkan cahaya Islam dinegeri ini dengan memasukkan budaya seni gaya hidup barat yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
Pornografi dan porno aksi salah satu ujung tombak mereka unutuk merusak mental generasi muda Islam lewat media cetak dan elektronik, mereka menayangkan berbagai macam gaya hidup, gaya berpakaian, gaya pergaulan bebas, film-film porno, tarian-tarian eksotik dan lain-lain.
Ironisnya begitu petinggi negeri ini menggondok Undang-undang anti pornografi dan porno aksi, ada saja sebagian umat Islam yang menentangnya dengan dalih melanggar HAM melanggar kebebasan berekpresi dan bisa memecah belah bangsa.
Muslimkah mereka yang menentang itu.? Atau jangan-jangan misionaris non Islam yang bertopengkan Islam. Wallahu A’lam.

SAKIT HATI

Para Dokter dapat mendeteksi segala macam penyakit dengan mudah dan cepat dengan menggunakan berbagai macam peralatan serba canggih. Namun ada satu macam penyakit yang sangat sulit diobati, malah semakin maju dan moderen kehidupan manusia penyakit yang satu inu semakin merajalela dan beraneka ragam. Si penderita kelihatan sehat sempurna dari segi tubuh penampilannya, namun sebenarnya ia menderita penyakit yang sangat mengganggu pikirannya, orang itu tidak bias tidur nyenyak padahal sudah berbaring dikasur yang empuk dan ruangan yang serba lengkap, ada pendingin dan ada pemanasnya, ia tidak bisa makan dengan ni’mat padahal makanan lezat sudah terhidang untuknya. Para dokter tidak bisa mendetiksinya karena penyakitnya tidak nampak dan tidak dapat diraba, resep dokter tidak mempan karena bukan penyakit biasa, penyakit apa itu.? Itulah penyakit yang namanya sakit hati atau tekanan jiwa yang sekarang seringkali disebut “stress” ini terjadi karena berbagai macam masalah pelik yang tidak bias diselesaikan.
Sakit hati biasanya terjadi dikarenakan seseorang banyak makan hati, oleh sebab itu hati-hatilah dengan hati jangan sampai makan hati, kalau hati makan hati, kita akan sakit hati. Hati-hatilah pula dengan hati jangan sampai jatuh hati, kalau kita jatuh hati bias-bisa nantinya patah hati.

Sakit hati bisa dikarenakan oleh sebab faktor dari dalam diri sendiri, yang bersangkutan tidak bisa mengendalikan hasrat dan ambisinya, dan bisa juga disebabkan dari faktor luar yaitu perbutan sumber rezeki antar manusia dan persaingan yang ketat dalam hidup dan kehidupan baik secara terang-terangan atau tertutup. Sakit hati sebenarnya bisa disembuhkan dengan beberapa perkara :
Pertama, baca Al-Qur’an sambil memfaham maknanya.
Kedua, sholat tahajjud ditengah malam sambil mohon petunjuk kepada Allah SWT dan mohon diberi kelapangan serta jalan keluar yang baik.
Ketiga, mengikuti majelis ilmu dan dzikir dengan khusyu’.
Keempat, perbanyak dzikir dan shalawat kepada baginda Nabi SAW.
Kelima, tawakkal berserah diri kepada Allah SWT. Itulah obat sakit hati bagi mereka yang beriman kepada Allah SWT.

MEMAHAMI BENCANA

Bencana, malapetaka, dan kesusahan hidup mencari kehidupan bisa menimpa siapa saja, yang demikian bisa merupakan suatu hukuman, peringatan atau ujian dari Allah SWT, tergantung bagi yang menerimanya.
Bencana bisa terjadi karena kemaksiatan dan kedurhakaan manusia terhadap Tuhannya hal ini terbukti dalam rentetan peristiwa dan tragedi sejarah kehidupan manusia seperti yang ditimpakan kepada kaum Ad, Tsamud dan lainnya. Negeri Saba misalnya adalah negeri yang subur dan makmur dimana-mana terbentang kebum yang menghijau namun karena mereka tidak bersyukur seperti yang diperintahkan Allah SWT, peteka pun dating berupa banjir besar yang meluluh lantakan negeri mereka. Yang demikian disebut sebagai hukuman dari Allah SWT.
Bencana, bisa menimpa kepada manusia yang kadang ta’at kadang maksiat , itu namanya peringatan dari Allah SWT,dan bencana bisa pula datang kepada orang-orang sholeh dan ta’at kepada Allah SWT, yang demikian disebut ujian, seperti musibah yang ditimpakan kepada Nabi Yusuf AS. Betapa menderitanya beliau ketika dibuang oleh saudara-saudara beliau kedalam sumur yang jauh dari perkampungan. Begitu pula musibah-musibah yang ditimpakan kepada Nabi lainnya dan mereka berhasil menghadapi ujian-ujian tersebut sehingga mereka punya martabat dan kedudukan yang tinggi dan mulia disisi Allah SWT. Hanya kita yanhg bias mendeteksi setiap bencana yang ditimpakan kapada kita apakah itu berupa hukuman, peringatan atau ujian.
Apa yang kita alami di negeri kita ini seperti tsunami, banjir banding, longsor, gempa, meletusnya gunung merapi, kerusuhan, menyebarnya berbagai macam penyakit, naiknya harga-harga kebutuhan pokok, langkanya BBM, hasil panen tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, semua itu tidak lepas dari salah satu yang diatas, yskni hukumsn, peringatan atau ujian dari Allah SWT.
Bagi mereka yang meresa bancana itu sebagai hukuman maka segeralah kembali kejalan Allah SWT, karena kesempatan untuk itu selalu terbuka lebar, dan bagi mereka yang meresa bencana itu peringatan dari Allah SWT maka segeralah sadar dan memperbaiki diri dan bagi mereka yang merasa bencana itu sebagai ujian maka ridhalah dengan semua itu dan raihlah kesempatan ini untuk mencapai kedudukan marabat yang lebih tinggi lagi disisi Allah SWT.

Minggu, 21 Agustus 2011

SAYANGI ANAK YATIM

Diriwayatkan dari Ibnu Majah ra, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang ada anak yatim diasuh dengan baik, dan sejahat-jahat rumah kaum muslimin ialah rumah yang ada anak yatimnya yang selalu diganggu dan disakiti hatinya.

Hamzah bin Yusuf dan Ibnu Annajjar meriwatkan”
“Bahwasanya disurga ada gedung yang bernama baitul farah (gedung gembira), tidak dapat memasukinya kecuali orang yang menggembirakan anak-anak yatim dari kaum mu’min.”

Abu Ya’la meriwayatkan, Nabi SAW bersabda yang artinya:
“Akulah orang yang pertama dibukakan pintu surga, hanya aku melihat seorang wanita mengejarku, lalu aku Tanya, mengapakah bagimu dan siapakah dirimu, jawabnya,” “ aku wanita yang dahulunya mengasuh anak-anak yatimku.”

Attabrani meriwayatkan, Nabi SAW bersabda yang artinya:
Demi Allah yang mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat pada orang yang kasih kepada anak yatim dan ramah, manis tuturkata kepadanya dan benar-benar menyayangi anak yatim dan memahami kelemahannya dan tidak menyombongi tetangganya dengan kekayaan yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya.

FADHILAT UMRAH

Umrah merupakan ibadah yang wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi yang punya kemampuan untuk itu. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Haji dan Umrah merupakan kefardhuan atas manusia seluruhnya (HR.Imam Daruquthni) dan sunnah dilakukan berulang kali. Akhir-akhir ini Ibadah Umrah sangat diminati oleh kaum meslimin dan muslimat baik yang sudah pernah melakukannya maupun yang belum pernah, ini merupakan satu penomena yang patut kita cermati, mungkin ada beberapa hal yang menyebabkan demikian.
Pertama: Sulit dan lamanya menunggu untuk menunaikan ibadah haji dan umrah lewat ONH Pemerintah.
Kedua: Banyaknya Travel yang menawarkan jasanya untuk memfasilitasi mereka yang ingin umrah dengan berbagai macam fariasi tarif, mulai yang ekonomis, silver sampai gold.
Ketiga: Sosialisasi dari para ustadz tentang keutamaan ibadah umrah dan ibadah lainnya yang termasuk dalam paket umrah serta kesediaan mereka untuk langsung membimbing mulai teori manasik umrah ditanah air sampai praktek langsung ditanah suci nantinya.
Memang banyak sekali keuntungan ukhrawi yang didapat lewat ibadah umrah dan ibadah lainnya yang termasuk dalam paket umrah tersebut, diantaranya:
Pertama: Rasulullah SAW bersabda yang artinya : Umrah dapat menebus dosa sampai keumrah yang berikutnya, dan lagi sabda beliau yang artinya : Bahwa orang yang berumrah merupakan tamunya Allah SWT.
Kedua: Sholat di Masjid Nabawy sama dengan Sholat seribu kali ditempat lain kecuali di Masjidil Haram, sedangkan Sholat di Masjidil Haram sama dengan seratus ribu kali Sholat ditempat lain. Demikian makna sebuah Hadist Nabi SAW.
Ketiga: Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya: Barang siapa ziarah kuburku maka wajib mendapat syafaatku, dan lagi beliau menyatakan bahwa ziarah kuburku sesudan wafatku seolah-olah ziarah kepadaku selagi hidupku.
Keempat: Thawaf kelilinh Baitullah mendapatkan enam puluh rahmat sedang sholat sesudahnya mendapatkan empat puluh rahmat dan duduk saja memandang Baitullah mendapatkan dua puluh rahmat.
Kelima: Berkesempatan berdo’a ditempat-tempat yang mustajab seperti Multazam, hijir Ismail AS, belakang makam Ibrahim AS, tepi sumur zam-zam dan banyak lagi tempat-tempat mustajab lainnya.
Selamat dan beruntung bagi mereka yang melaksanakan umrah, semoga mendapatkan umrah yang mabrurah. Amin Yaa Rabbal ‘Alamin.

Sabtu, 06 Agustus 2011

HIKMAH PUASA

Takwa adalah buah yang diharapkan dan dihasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan perisai baginya agar tidak terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata tentang pengaruh takwa bagi kehidupan seorang muslim; “Dengan bertakwa, para kekasih Allah akan terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Allah sehingga senantiasa terjaga dari perbuatan dosa, pada malam hari mengisi waktu dengan kegiatan beribadah, lebih suka menahan kesusahan daripada mencari hiburan, rela merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan". Takwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan.
Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri dan sebagainya.

Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita menahan diri untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari, karena mematuhi perintah Allah. Begitu juga isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya ketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah SWT.

Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman" dan diakhiri dengan: "Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa". Jadi jelaslah bagi kita bahwa puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Untuk menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama bulan Ramadhan: melatih diri dari menahan hawa nafsu, makan dan minum, mencampuri isteri, menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan umat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya. Rasullah SAW bersabda:"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong kosong dan kata-kata kotor." (HR. Ibnu Khuzaimah).

Perlu diingat, ibadah puasa Ramadhan akan membawa faedah bagi kesehatan ruhani dan jasmani kita apabila dilaksanakan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, jika tidak, maka hasilnya tidak seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia belaka.

Allah SWT berfirman "Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf:31) Wallahu A'lam.

Minggu, 26 Juni 2011

KARAMAT HABIB UMAR AL-ATHAS SAAHIBURRAATIB

Keterkaitan perasaan Habib Umar terhadap pengikut-pengikutnya yang mencintainya amatlah besar, tentang masalah ini banyak dikenal orng, namun disini hanya sedikit yang bisa kami sebutkan, diantaranya:
Disebutkan bahwa Syeikh Salmin bin Umar dan kawan-kawan pergi keyaman, mereka naik kuda, ketika melewati pantai, tiba-tiba kuda Syeikh Salmin berjalan ditepi laut, kebetulan saat itu ada gelombang yang menerjang kuda Syeikh Salmin, hingga kudanya Syeikh Salmin terseret ketengah laut. Kawan-kawan beliau tidak sempat memberikan bantuan kepadanya.
Syeikh Salmin yang sedang menghadapi maut itu ingat kepada Habib Umar sehingga ia berteriak menyebut nama Habib Umar. Dengan Rahmat Allah SWT maka seolah-olah ia diselamatkan oleh seorang yang sedang menaiki seekor kuda. Setelah ia selamat maka ia menaiki kudanya yang tadi ikut terseret ketengah laut itu. Tidak lamapun ia dapat menyusul kawan-kawannya sehingga mereka tercengang dan merasa gembira.
Disebutkan oleh Syeikh Bamasyimus bahwa pada suatu hari ketuka kami dan Syeikh ali Baras dan rombongannya berkunjung kedesa Habib Umar di Huraidzah, maka beliau menyuruh kami untuk meneruskan perjalanan kebagian bawah Hadhramaut. Ketika kami dikota tarim aku menderita sakit sehingga tidak dapat mengikuti rombongannya Syeikh Ali Baras, lalu ia menyuruh aku kembali, keyika aku sampai didesa Dhiby, bertanbah sakitku sehingga aku pingsan.
Dimalam hari aku sedang mendengar Habib Umar sedang berdehem dirumahnya di Huraidzah sedangkan aku di Wadi Dhiby, maka saat itu hilanglah penyakitku dan kesehatanku kembali pulih, karena karamat Habib Umar.
Pada suatu hari Muhammad bin Hishin Al-Huraidhi begadang bersama teman-temannya, pada waktu itu sedang musim belalang yang merusak tanaman. Mereka sepakat untuk membakar belalang mulai dari sarangnya yang ada disuatu gua yang bernama Gorgodah sebelah utara Huraidhah.
Pada malam itu mereka keluar dengan membawa api dan pelapah kurma menuju gua. Sesampai didalam gua dari obor seseorang dari mereka menimbulkan api membara disekitarnya, nampaknya api itu dianggap remeh oleh mereka, karena itu mereka tidak memperdulikannya. Setelah api semakin membesar maka mereka tidak dapat menemukan jalan keluar dari gua itu sehingga mereka yakin bahwa mereka akan binasa. Disaat itu mereka ingat Habib Umar, kemudian mereka memohon ampun kepada Allah SWT dan bertawassul kepada Habib Umar. Maka dengan belas kasih Allah salah satu celah dari gua tersebut terbuka sehingga terbentang jalan keluar bagi mereka.

AMPUNAN TUHAN




Penghapus dosa kecil

Adapun dosa-dosa kecil maka dapat terhapus dengan sebab mamperbuat perbuatan yang baik. Diantara perbuatan baik yang dapat menghapus dosa-disa kecil yaitu:
Pertama Isbaghul wudhu, artinya menyempurnakan wudhu dengan memperbuat segala sunat-sunat wudhu dan menjauhi dengan segala yang dimakruhkan dalam berwudhu.
Nabi SAW bersabda yang artinya:
“Tidak menyempurnakan seorang hamba akan wudhunya melainkan Allah ampuni baginya dosa-dosa yang telah lewat dan yang aka datang.” (HR Nasa’i)
Kedua Ijabatul Muazzin. Artinya menjawab orang azan.
Nabi SAW bersabda yang artinya:
“Barang siapa yang mengata ketika mendengar muazzin berkata ASYHADU ALLAAILAAHA ILLALLAH, menjawab ia dengan ucapan ASYHADU ALLAAILAAHA ILLALLAH RADHITUBILLAHIRABBA WABIL ISLAAMI DIENA WABI MUHAMMADIN SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM NABIYYA. Maka Allah ampuni baginya dosa-dosa yang telah terdahulu.
Ketiga mengucap amin didalam shalat.
Nabi SAW bersabda yang artinya:
“Apabila mengucap amin oleh imam maka ucaplah amin oleh mu. Barang siapa berbetulan aminnya dengan aminnya malaikat, maka diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu.”
Keempat shalatudhuha.
Nabi SAW bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya orang yang shalat dhuha diampuni bagunya dosa-dosa yang telah terdahulu dan yang akan datang kecuali qisas.”
Kelima Al-Qiraat ba’dal jumuah, artinya membacasurah-surah ini sesudah Shalat Jum’at.
Nabi SAW bersabda yang artinya:
“Barang siapa sesudah salam shalat jum’at, sebelum melipat kakinya membaca Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-naas tujuh kali, diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu dan diberi pahala sebilangan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (HR Zahiruddin Abul As’ad).

KEWAJIBAN ORANG TUA KEPADA ANAKNYA

Amierul Mu’minien Umar bin Khathab ssebagai khalifah pernah didatangi seorang bapak yang melaporkan kedurhakaan anaknya, anak tersebut dihadirkan dihadapan Khalifah Umar. Beliau berbicara panjang lebar tentang kewajiban-kewajiban seorang anak kepada bapaknya dan memberinya nasehat dan peringatan betapa besar dosa seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya.
Sesudah itu sianak angkat bicara, “ Wahai Khalifah Umar yang mulia kalau tadi engkau jelaskan kewajiban seorang anak kepada orang tuanya lalu apakah ada kewajiban orang tua terhadap anaknya?” Khalifah Umar menjawab “tentu ada juga” lalu anak itu berkata “ tolong jelaskan apa saja agar ayahku mendengar” sahutnya.
Khalifah Umar menjelaskan kewajiban seorang ayah kepada anaknya antara lain yaitu, memilih calon dari ibunya dari wanita baik-baik, memberinya nama yang baik dan mengajarinya Al-Qur’an. Mendengar yang demikian sianak kembali bicara “ Wahai Khalifah, ayahku tidak berbat satupun diantara yang engkau sebutkan tadi, Ibuku seorang budak yang non muslimah, nama yang diberikannya kepadaku ialah Ju’alah(kelalawar) dan ia tidak pernah mengajariku Al-Qur’an.”
Mendengar jawaban sianak tadi Khalifah Umar berpaling kepada orang tua sianak tersebut seraya berkata “Wahai laki-laki, engkau datang kepadaku melaporkan kedurhakaan anakmu sedangkan engkau sendiri telah mendurhakai anakmu sebelum dia durhaka kepadamu.”

Barangkali hal ini banyak terjadi ditengah-tengah masyarakat kita, kita selalu menuntut anak berbakti kepada orang tuanya tetapi kita tidak mencontohkan dan mengajarkan bagaimana berbuat baik kepada orang tua, malah sebaliknya kita telah berbuat jelek terhadap anak-anak kita.
Nabi SAW sangat sayang kepada generasi muda, diantara sekian banyak hadist yang beliau tuturkan, beliau mewasiatkan tentang anak, bahwa hak anak dari orang tuanya(kewajiban orang tua terhadap anak) memberi nama yang baik, mendidiknya adab yang baik juga mengajarkan Kitab suci Al-Qur’an, memberinya makanan yang halal dan bergizi dan mengawinkannya bila saatnya tiba. Jangan menuntut/berharap sesuatu yang baik dari anak kalau kita tidak menanamkan kebaikan itu kepadanya.

SURAH AR-RAHMAN

Diantara Surah-surah Al-Qur’an ada yang bernama surah Ar-Rahman, surah ini diturunkan di Madinah dan berjumlah tujuhpuluh delapan ayat.
“ Dialah Tuhan yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan Al-Qur’an. Yang telah menciptakan manusia. Yang mengajarkan kepada manusia itu keterangan.”

Rasulullah saw bersabda yang artinta:
“ Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pengantennya dan penganten Al-Qur;an adalah Arrahman.”
Dalam Hadist lain Rasulullah saw bersabda yang artinya:
“ Orang yang membaca surah Al-Hadid dan surah Al-Waqi’ah dan surah Ar-Rahman dalam suatu kesempatan, maka dipanggil dia pada kerajaan langit dan bumi sebagai oran yang menempati surga firdaus nantinya.”
Biasanya kita mengartikan Ar-Rahman dengan pengasih penyayang atau pemurah, karena hanya itu kalimat yang ringkas yang mampu kita ucapkan untuk menterjemahkannya, namun sebenarnya Ar-Rahman itu mempunyai arti yang sangat luas tentang bagaimana kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya.
Al-Imam Al-Ghazali ra mengatakan: Ar-Rahman itu artinya Tuhan yang maha Pengasih Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Pertama dengan menciptakan hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih sayang.
Kedua dengan memberikan petunjuk iman dan sebab-sebab keberuntungan.
Ketiga dengan dijadikan orang yang beruntung.
Keempat dengan memandang Dzat yang mulia disurga nanti.

Ar-Rahman itu adalah nama yang khusus hanya bagi Allah SWT, tidak boleh (haram) diberi nama seorang juapun dari makhluk Allah SWT, baik itu manusia, binatang, benda-benda seperti mesjid, madrasah, toko dan yang lainnya.
Jangankan manusia biasa, Rasulullah pun tidak diberi Allah nama Ar-Rahman ini, padahal bukan main kasih sayangnya Rasul kepada ummatnya. Orang yang meludahi dibalas beliau dengan senyum, orang yang melempari beliau dengan batu malah dido’akan agar diberi hidayah. Bagaimana sayangnya Rasul kepada ummatnya hanya diberi Ar-Rahim tidak Ar-Rahman.
Imam Fakhrurrazi mengatakan, “Ar-Rahman itu adalah Dzat yang memberikan ni’mat yang mana tidak dimungkinkan manusia memberikan ni’mat seperti itu.”

Sabtu, 25 Juni 2011

JANGAN PERNAH PUTUS ASA DARI RAHMAT

Dari Ibnu Mas’ud Nabi saw bersabda: “seorang pendosa yang sangat mengharap rahmat Allah lebih dekat disisi Allah daripada ahli ibadah yang putus asa akan rahmat Allah”.

Zaid bin Aslam mendapat cerita dari umar: Pada masa lalu hiduplah seorang hamba yang tekun ibadahnya. Sayang ia tak pernah mengharap rahmat Allah, ketika meninggal ia bertanya kepada Allah, “Wahai Tuham, apa yang akan engkau berikan kepadaku?” “Neraka” jawab tuhan. “ Wahai Tuhan, kalau begitu kemana ibadahku dan amal baikku?” protesnya. “Ketika didunia kau putus asa dari rahmatku, maka hari ini tak kuberikan rahmatku.”

Abu Hurairah berkisah berdasarkan cerita Nabi saw: Hiduplah seorang laki-laki yang selama hidupnya tak pernah berbuat baik selain keyakinan hanya Allah yang Maha Esa. Ketika ajal siap menjemput, ia berpesan kepada keluarganya, “jika aku mati, bakarlah jasadku dan buang abunya kelaut disaat angin bertiup,” keluarganya memenuhi pesan tersebut. Ketika diakhirat Allah bertanya kepadanya, “amal apakah yang kau jadikan bekal?” “ Hanya rasa takut menghadap engkau wahai Tuhan” jawabnya. Lantas Allah mengampuninya padahal dia sama sekali tak pernah berbuat baik selain mengesakan Allah. Wallahu A’lam..

SIFAT KIBIR

Kibir(sombong) merasa lebih utama dari orang lain, merasa lebih baik dari orang lain adalah salah satu dari dosa-dosa besar. Yang demikian ini bisa disebabkan karena;
1.Ilmu, merasa punya ilmu yang lebih dari orang lain.
2.Ibadah, merasa iabadahnya lebih banyak/bagus dari orang lain.
3.Harta, merasa punya harta lebih banyak dari orang lain.
4.Keturunan, merasa keturunan orang-orang baik/shaleh.
5.ketampanan/kecantikan, merasa lebih tampan/cantik dari orang lain.
6.Jabatan, merasa punya jabatan yang tinggi.
7.Banyak teman, banyak pengikut, dan banyak lagi penyebab-penyebab datangnya sifat sombong yang lainnya.

Boleh kita merasa atau punya sifat seperti itu apabila kita tahu dengan pasti bahwa kita nantinya mati dalam keadaan Khusnul-khatimah. Pertanyaannya adalah adakah orang yang mengetahui tentang hal itu dengan pasti?

Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Allah tidak menyukai orang-orang yang bersifat sombong”.

Kalau Allah sudah tidak menyukai kita maka akan mengakibatkan pada diri kita tidak mendapatkan taufiq, malas beribadah, amal ibadah kita tertahan(tidak diterima), karena Allah hanya menerima amal ibadah orang yang taqwa.
Agar sifat ini tidak menyelubung dan tidak keterusan dihati kita maka cepat-cepatlah taubat serta ingatlah bahwa kita sangat dibenci Allah, dan berfikir seandainya kita mati disaat itu maka kita akan masuk neraka dan sejajar dengan Iblis yang terkutuk.

Dan Nabi saw pun bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang ada sifat sombong dihatinya walau seberat zarrah”.

TAUBAT SEBELUM TERLAMBAT

Rasulullah saw bersabda yang artinya:
“Bahwasanya seorang Mu’min bila berbuat dosa, terbitlah titik hitam dihatinya, jika bertaubat dan berhenti melakukan dosa dan minta ampun maka dikilapkan kembali hatinya dan jika dia menambah dosa, maka bertanbahlah titik hitam tersebut, sehingga hatinya ditutupi, yang demikian itu ran ( karat) yang disebut Allah dalam kitab-Nya, “ sekali-kali tidak, tetapi telah berkarat hatinya karena dosa-dosa yang mereka lakukan.” (HR.Tarmizi)
Seseorang yang hatinya sudah berkaratseperti tersebut diatas, sulit menerima nasehat, sulit mendapat taufiq, berbahaya ditemani, dan suka mengajak manusia kepada kejahatan, seperti kelakuan syaithan yang terkutuk.
Berkata Al Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali, “ Taubat itu diwajibkan karena beberapa perkara:
1. Supaya mudah mendapat taufiq dari Allah.
2. Supaya ibadah-ibadah sunat bisa diterima oleh Allah.

Bagaimana mungkin seseorang bermunajat kepada Allah swt sedangkan Allah ta’ala murka kepadanya.

Berkata Sayyid Muhammad Abdullah Al-Jurjani, “Taubat merupakan pokok segala Maqam dan Hal. Orang yang tidak bertaubat tidak ada maqam dal hal baginya, seperti orang yang tidak punya tanah, tidak mungkin bisa membangun satu bangunan. Maka wajib atas seorang hamba bersegra bertaubat atas segala dosa-dosanya agar dia terlepas dari murka Allah Ta’ala dan dari Neraka Jahannam dan siksa-siksa lainnya, dan lagi supaya terlepas dari kehinaan yang abadi dan supaya mendapat keberuntungan yang abadi, hampir dengan pintu rahmat Allah Ta’ala, mencapai ridha dan surga-Nya dan pula supaya mudah mendapatkan taufiq Ta’ala untuk berbuat amal shaleh dan lagi supaya diterima amal ibadah, karena kebanyakan amal ibadah itu hukumnya sunat, sedangkan taubat hukumnya wajib, tidak diterima amal ibadah yang sunat-sunat sebelum melaksanakan yang wajib disegrakan.
Berkata sebagian Ulama: “ jangan sekali-kali menunda taubat, sebab menunda taubat itu membawa dua bahaya yang sangat besar. “1. Bertumpuknya dosa yang menjadi titik hitam didalam hati sehingga menjadi rain(karat yang tidak bisa dihapus lagi kecuali dengan api). 2. mendadak maut sehingga tidak bisa lagi bertaubat, maka celakalah dia.
Bagaimana bisa mendapatkan taufiq sedangkan dia berada dalam kejahatan,? Bagaimana bisa diajak untuk berkhidmat kepada Allah sedangkan dia terus menerus dalam maksiat? Dan bagaimana bisa dihampirkan untuk munajat sedangkan dia masih bercelumur dangan najis dan maksiat.