Selamat datang

Penyejuk Hati membimbing anda menuju ketentraman....

Berkah Herbal

Kunci Sehat dan Sukses

Sabtu, 11 Juni 2011

“HAI ANAKKU”


Al-Imam Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazzali memberi nasehat kepada muridnya:
Hai Anakku….
Memberikan nasehat itu mudah, tetapi sulit (mencari orang yang mau) menerimanya. Bagi orang yang selalu memperturutkan hawa nafsu, nasehat itu terasa pahit. Ia menyukai hal-hal yang dilarang Allah, khususnya orang-orang yang hanya menuntut Ilmu rasami (lahir) saja dan yang menyibukkan diri mengejar kemuliaan diri dan kemegahan dunia.
Ia menyangka bahwa hanya dengan berbekal ilmu saja tanpa amal, ia dapat selamat. Ini adalah keyakinan kaum filosof. Subhanallahil adzim…! Ia tidak sadar jika ia tertipu, bahwa jika dia tidak mengamalkan Ilmu yang telah diperolehnya, maka yang demikian iti akan menjadi alasan yang kuat bagi Allah untuk menghukumnya. Rasulullah bersabda yang artinya:
“orang yang paling pedih siksanya pada hari qiamat adalah orang Alim yang Allah tidak memberi manfaat dengan ilmunya”.(HR Thabrani)
Diriwayatkan bahwa sepeninggal Imam Junaid, semoga Allah mensucikan rohnya, seseorang melihat beliau dalam mimpinya, lalu dia bertanya, “Wahai Abal Qasim, bagaimana kabarmu,?” Ia menjawab, “telah hilang ibarat, telah lenyap isyarat, tidak ada yang bermanfaat bagi kami kecuali beberapa rakaat yang kami lakukan ditengah malam.

Wallahu A’lam

Arti sebuah Nama


NURUL MUHIBBIN

Nurul Muhibbin atau NM adalah nama sebuah Pondok Pesantren yang diasuh oleh yang Mulia Syeikh Muhammad Bakhiet bin Syeikh Ahmad Mughni (ayah nagara), NM bukanlah hanya sebuah nama yang tak mempunyai makna apa-apa, tetapi banyak mengandung nasehat-nasehat didalamnya, kalau kita tulis dalam huruf Arab maka NM berjumlah 10 huruf yaitu: Nun, Waw, Ra’, Alif, Lam, Miem, Ha, Ba, Ya dan Nun. Dalam kesempatan acara perpisahan para Alumni PP NM angkatan tahun 2006 beliau memberikan Nasehat dengan menjelaskan apa makna arti Nurul Muhibbin itu:
1.Nun= Nahjussunah wal jamaah ( Jalan Ahlussunah wal jamaah) merupakan jalan yang mesti dilalui dalam meniti hidup dan kehidupan ini, jangan menyimpang sedikitpun dari jalan tersebut. Yang dimaksud dengan Nahjussunah wal jamaah secara khusus ialah bermadzhab Imam Syafi’ie, ber’itiqad Imam Asy’ari dan berthariqat sadah bani alawi.
2.Waw= Waqar, maksudnya ialah punya wibawa dan kharisma serta citra yang baik sebagai thalabul Ilmi (penuntut ilmu agama).
3.Ra’= Rusukh, maksudnya punya keteguhan dalam mempertahankan sikap dan tidak plin-plan dalam keputusan.
4.Alif= Amanah mesti dipelihara sebaik-baiknya.
5.Lam= Lisanu shidq( lisan yang benar) jangan biasakan berdusta dan berkata dosa.
6.Miem= Mahabbatullah, Mahabbatu man ahabballah Wa Mahabbatu man yuqarribu ila mahabbatillah (cinta kepada Allah, cinta kepada orang yang cinta kepada Allah dan cinta kepada orang atau sesuatu yang mendekatkan cinta kepada Allah) selalu ditingkatkan dengan terus berusaha dan berdo’a kepada Allah SWT.
7.Ha= Hifzul qalbi wal jawaarih ‘anil ma’shiah (memelihara hati dan anggota dari maksiat kepada Allah SWT). Terutama sifat kibr ( sombong), thama’ ( menghendaki sesuatu yang ada pada makhluk), hasad (iri dengki) dan memelihara perut, lisan dan kemaluan dari hal-hal yang dilarang Allah SWT.
8.Ba= Birrul walidain wal ustadzien (berbakti kepada orang tua dan para guru yang mendidik) dengan selalu menyenangkan hati mereka dan tidak menyakitinya.
9.Ya= Yakin bahwa Allah SWT Maha Tahu Maha Mendengar Maha melihat dan Maha Benar dalam Firman-Nya, yakin bahwa Allah selalu menepati janji-Nya dan yakin bahwa sesuatu yang ditakdirkan-Nya untuk kita pasti sampai kepada kita dan sesuatu yang tidak ditakdirkan untuk kita pasti tidak akan sampai kepada kita.
10.Nun= Nashihah (selalu berkeinginan baik terhadap siapapun dari kaum muslimin dan muslimat).

Semoga bemanfaat bagi kita semua dan terutama bagi saya sendiri Amien….

MEMBERI MAKAN


Diriwayatkan pada suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Nabi SAW dan bertanya; “ Perkara apa yang terbaik dalam Islam,? Nabipun menjawab “ Memberi makan orang dan memberi salam kepada oarang yang emgkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR. Bukhari, Muslim dan Nasa’i)

Diriwayatkan dari Mu’az bin jabal RA dari Nabi SAW ,beliau bersabda, “ Barang siapa memberi makan orang mu’min yang lapar sehingga ia kenyang Allah masukkan ia kepintu dari pintu-pintu surga, tidak masuk ketempat itu kecuali orang-orang yang seumpamanya. ( HR. Thabrani)

Dari Abdullah bin Amr bin Aash dari Nabi SAW, bahwasanya beliau berkata apabila hampir makanan kepadanya.
“ALLAHUMMA BAARIK LANAA FIMAA RAZAQTANAA WAQINA AZABANNAAR, BISMILLAH”
Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang engkau rizkikan pada kami, dan peliharalah kami dari azab neraka. Dengan nama Allah.”