Selamat datang

Penyejuk Hati membimbing anda menuju ketentraman....

Berkah Herbal

Kunci Sehat dan Sukses

Sabtu, 11 Juni 2011

JAUH DARI NERAKA


Dari Abu Dzar Al-Ghifari berkata, “ Aku berkata kepada Rasulullah SAW, “ Ajarkan aku amalan yang bisa mendekatkan aku kesurga dan menjauhkan aku dari api neraka”
Rasul bersabda:” Jika kamu berbuat kejahatan, iringi dangan amalan kebaikan.” Aku berkata, “ Apakah kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH termasuk amalan kebaikan ?” Rasul menjawab “ Ya itulah yang terbaik.”

Diriwayatkan suatu ketika Nabi Musa mengadu kepada Allah, “ wahai Tuhan ! Kau ciptakan makhluk dan kau berikan keni’matan rizki, Kau jadikan pengikutku masuk neraka,” Allah berfirman, “Bangkit dan bercocok tanamlah hai Musa,” Musa lalu bercocok tanam dan menyiraminya, ia melakukan hal itu hingga masa panen tiba. “ Apa yang kau dapat dengan tanamanmu itu hai Musa?” Tanya Allah. “Aku telah memanennya,” “Adakah sedikit yang tersisa?” tanya Allah lagi. “Aku tak pernah menyisakan sesuatu yang tak ada kebaikannya.” Jawab Musa.
Allah berfirman, Hai Musa, ! Aku memasukkan hamba yang tak mempumyai kebaikan kedalam neraka, “siapakah dia,?” Dia adalah orang yang meremehkan kalimat LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMADURRASULULLAH.”


GANJARAN BAGI ORANG YANG PENYAYANG


Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah bersabda yang artinya:
“ Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Allah yang Maha Penyayang, sayangilah makhluk yang ada dibumi niscaya Dzat yang dilangit akan menyayangi kalian.”

Diriwayatkan pada suatu hari Sayidina Umar ra berjalan-jalan dikota Madinah, ia melihat seekor burung pipit dipermainkan oleh anak-anak denan tangannya. Umar kasihan melihat burung pipit itu, ia membelinya dan kemudian menerbangkannya keangkasa.
Ketika Umar wafat, beberapa ulama bermimpi bertemu umar, mereka menanyakan keadaannya.”Apa yang telah dilakukan Allah SWT kepadamu.”? “Allah mengampuni dan melewatkan dosa-dosaku” jawab Umar. “karena apa? Karena kedarmawananmu? Karena keadilanmu? Atau karena kezuhudanmu?” Umar menjawab, “Ketika kalian menguburkan aku, menutupi dangan tanah dan meninggalkanku seorang diri, maka dua orang malaikat yang menakutkan mendatangiku. Aku kehilangan akal, sendi-sendi tergoncang karena ketakutan. Mereka lalu mengambil dan mendudukkanku, bermaksud menanyaiku. Tiba-tiba terdengar suara keras: Tinggalkan hamba-Ku! Jangan menakut-nakuti! Aku menyayangi dia, semua dosanya telah Kuampuni. Karena ketika didunia ia telah menyayangi seekor burung pipit. Maka Aku menyayangi dia adalah sebagai balasannya. (Mawaa’izhul ‘Ushfuriah).

NASEHAT HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL-HABSYIE


TENTANG PENUNTUT ILMU

Ketahuilah , aku senang kepada kalian karena kalian mau membawa buku. Akan aku Do’akan agar kalian berumur panjang dan memperoleh fath. Ketahuilah, setiap orang yang mengajar sesuai dangan ilmu yang dimilikinya, kelak dihari kiamat akan mendapatkan pertolongan Rasulullah SAW.
Aku meletakkan panuntut ilmu diatas kepalaku. Jika bertemu dengan pelajar yang membawa bukunya, ingin rasanya aku mencium matanya. Bagaimana mungkin tidak mengagungkan mereka sedangkan Rasulullah pernah bersabda yang artinya:
“Agama ini pada mulanya asing dan kelak akan kembali asing. Sungguh beruntung orang-orang yang (dipandang) asing, yakni orang-orang yang menghidupkan kembali sunahku yang telah dimatikan oleh masyarakat. ( HR Muslim, Tarmizi, Ibnu Majah dan Ahmad dengan sedikit matan yang berbeda).

Pada hari ahad, 11 Syawal 1322 H di anisah, Habib Ali mengundang dan menjamu para pelajar Habib Ali ra berkata:
“ketahuilah, hari ini aku mengundang kalian dengan tujuan agar kalian bangkit dengan penuh semangat menuntut ilmu. Ketahuilah, aib bagi seorang pelajar jika ia tidak mambawa bukunya. Giatlah belajar, semoga Allah memberkahi kalian. Bersungguh-sungguhlah menuntut ilmu, perhatikanlah salaf kalian, mereka menghafal berbagai matan(naskah). Mereka telah hafal kitab Zubad, Mulhah dan Alfiyah dimasa kecilnya. Setelah dewasa ada yang hafal kitab Al-Minhaj, Al-Irsyaad, dan ada pula yang telah hafal kitab Al-‘Ubab. Sedangkan kalian, satu buku pun tak ada yang hafal. Andaikan ada yang hafal, ia tak faham dan tidak mengamalkan isinya.

Aku ingin setiap pelajar membawa alat tulisnya ketika mengikuti pelajaran, kemudian mencatat persoalan-persoalan yang telah dihafalnya. Ketahuilah, keuntungan (faedah) ilmu terletak pada pangamalan dan pencatatannya.

Pelajarilah pelajaran yang kalian hendak bacakan dihadapan guru kalian. Dengan demikian kalian akan banyak memetik banyak manfaat. Habib Ahmad bin Zein Al-habsyie membaca pelajarannya sebanyak 25 kali sebelummengikuti pelajaran gurunya, dan beliau mengulangi sebanyak 25 kali sesudah asai pelajaran. Adapun kalian, hanya membuka buku itu ketika telah berada dihadapan guru kalian. Lihatlah Syeikh Fakhrurrazi, dai mengulang pelajarannya sebanyak 1000 kali.

Ketika masih menunutut ilmi di Mekkah, setiap malam aku bersama kakakku Husein dan Alwi Assegaf mempelajari 12 kitab syarah dari Al-Minhaj lalu menghafal semuanya.
Suatu ketika, di akhir malam ayahku keluar kamarnya dan mendapati kami sedang belajar. Beliau berkata, “ wahai anak-anakku, kalian masih belajar? Semoga Allah memberkati kalian.
Wallahu A’lam.